Lestarikan Keanekaragaman Hayati Tanjung Binerean, Pemkab Bolsel Sosialisasikan Rencana Aksi KEE

Lestarikan Keanekaragaman Hayati Tanjung Binerean, Pemkab Bolsel Sosialisasikan Rencana Aksi KEE

- Kanal Advertorial, Bolsel, Daerah, Etalase
2
0

KLIKBMR BOLSEL– Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, dan Balai TN Bogani Nani Wartabone mengelar kegiatan yang bertajuk Sosialisasi dan Finalisasi Rencana Aksi KEE Koridor Hidupan Liar Tanjung Binerean. Kamis, (08/04/21)

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kompleks Perkantoran Panango tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Hi. Iskandar Kamaru. S.Pt yang diwakili Sekda Marzanzius Arvan Ohy. S.STP.

Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka melestarikan keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan Tanjung Binerean dan sekitarnya melalui penguatan kelembagaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).

Hal itu, sebagaimana disampaikan Bupati Iskandar melalui Sekda Marzanzius A. Ohy. Menurut Bupati, status lahan di seluruh Indonesia telah terbagi menjadi dua kategori, yaitu kawasan hutan negara dan Areal Penggunaan Lain (APL).

“Kawasan hutan berfungsi sebagai konservasi, lindung dan produksi, sedangkan APL ditujukan untuk lahan pertanian dan pemukiman,” ungkap Bupati

“Namun, karena tingginya laju deforestasi, pembagian ini tidak merata. Atas hal ini, Pemkab Bolsel ingin berkontribusi dalam mengembalikan fungsi-fungsi kawasan melalui penetapan kawasan APL menjadi KEE,” sambungnya

Selain itu, kata Bupati, dalam waktu dekat Perda tentang Penataan Kawasan Pengungsian Satwa akan ditetapkan bersama-sama dengan DPRD, untuk melegalisasi deliniasi wilayah KEE hidupan liar Tanjung Binerean.

“Salah satu komitmen Pemkab Bolsel yaitu penetapan Perbup No. 78 Tahun 2018 tentang Penataan Kawasan Pengungsian Satwa, dan SK Bupati No. 289 tahun 2019 tentang Pembentukan Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Hidupan Liar Tanjung Binerean,” jelasnya

Pada kesempatan itu, Sekda yang mewakili bupati juga mengapresiasi peran WCS Program Indonesia yang telah membantu Pemkab dalam menyusun policy brief dokumen HCV/ABKT Kab. Bolsel sehingga turut mendorong terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan sebagai penghargaan terhadap upaya konservasi maleo oleh WCS, maka Pemkab Bolsel telah berhasil mendaftarkan dan memperoleh hak cipta atas desain batik bermotif maleo di Kementerian Hukum & HAM.

“Saat ini Pemkab Bolsel telah berhasil mendaftarkan dan memperoleh hak cipta atas desain batik bermotif maleo di Kementerian Hukum & HAM dan telah ditetapkan untuk digunakan sebagai seragam resmi pemda,” terang Sekda

Turut hadir Ketua Bapemperda, Kasi Koridor Hidupan Liar Kementrian LHK, WCS, BKSDA Sulut, Taman Nasional Nani Wartabone, KPHP Unit II Bolsel -Boltim, Pimpinan PD, Camat Pinolosian Tengah dan sangadi. (Rz/**)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga!

Bupati Bolsel Ikuti Rakor Evaluasi dan Penyampaian Hasil Akhir Pengawasan Pilkada Tahun 2020

KLIKBMR BOLSEL– Bupati H. Iskandar Kamaru SPt bersama