Tiga Lokasi Pengelolaan Emas, Dipolice Line

Tiga Lokasi Pengelolaan Emas, Dipolice Line

- Kanal Bolmong, Daerah, Etalase, Hukum dan Kriminal, Politik
879
2

Aktifis: Pelaku Ilegal Mining Harus Ditahan


Polda Police Line Tempat Pengelolaan Emas, Diduga Milik AKM dan OktafKLIKBMR
Hukum Dan Kriminal—
Tim dari Direktorat Kriminal Khusus (Krimsus), Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polda Sulut, Rabu (06/9) tadi, melakukan penertiban disejumlah lokasi pertambangan ilegal yang ada di Bolmong. Bahkan dalam aksinya, tim yang dipimpin AKBP Iwan Manurung, sempat memasang garis polisi (Police Line) disejumlah tempat pengolahan emas yang berada di Desa Tanoyan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong. Sejumlah tempat pengolahan emas tersebut, diantaranya, lima tromol dan tiga tong.

Kepala Subdit Tipidter Polda Sulut, AKBP Iwan Manurung, saat dikonfirmasi membenarkan soal pemasangan garis polisi itu. Menurut Iwan, pihaknya menertibkan sejumlah tempat pengolahan emas yang diduga ilegal itu karena adanya laporan dari masyarakat. “Kan tempat itu tidak berizin. Sehingga kami melakukan tindakan, berupa pemasangan garis polisi, serta memanggil owner dari tempat pengolahan emas tersebut untuk di ambil keterangannya di Mapolda Sulut,” kata Iwan.

Ditambahkan Iwan, pihaknya saat ini tengah fokus melakukan penertiban tempat pengolahan emas yang mengandung Sianida dan Mercury. “Kami akan tindak jika ada penambang yang menggunakan bahan kimia berbahaya dalam mengelolah emas. Terlebih mereka belum mengantongi izin,” tandasnya.

Dari sejumlah tempat pengolahan yang terkena penertiban itu, tiga diantaranya diduga kuat milik dari AKM alias Kadir, OS alias Oktaf dan KA alias Awi. Ketiga oknum tersebut merupakan pemilik dari tempat pengolahan emas berskala besar yakni Tong.

AKM saat dimintai tanggapannya, mengatakan saat ini dirinya masih berada di Jakarta dan belum mengetahui kabar penertiban dari Polda Sulut tersebut. “Saya belum mendapatkan informasi, masih berada di Jakarta, tapi kalau namanya penertiban ya seharusnya se-Bolmong raya,” katanya, Rabu (6/9) kemarin.

Terpisah, Erwin Makalungsenge, salah satu aktifis lingkungan hidup di Bolmong Raya, saat dimintai tanggapannya mengatakan, mensuport tindakan dari Polda Sulut tersebut. Menurutnya, Polda harus tegas menindak pelaku ilegal mining. Sebab, kata Ewin, aktifitas mereka akan mengganggu lingkungan. “Bayangkan saja jika hasil pengolahan mereka tidak diatur. Sementara mereka memakai mercury dan sianida. Itu kan bisa berdampak terhadap rusaknya lingkungan sekitar. Lama kelamaan pasti akan meresap ke tanah dan mencemari air,” aku Ewin.

Ditambahkan Ewin, jika memang diperlukan Polda Sulut harus menangkap bahkan memenjarakan para  pelaku ilegal mining tersebut. “Harus ditindak tegas para pelaku tambang ilegal. Kalau perlu ditahan saja, biar bisa memberikan efek jera,” tandasnya.

Penulis: Supriyadi Dadu

Facebook Comments

2 Komentar

  1. Pingback: Warga Tanoyan Polda Bersikap Adil Soal Penutupan Tambang – klikBMR

  2. Pingback: Diduga Tercemar Sianida di Sungai Tanoyan – klikBMR

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga!

Bupati Bolsel Ikuti Rakor Evaluasi dan Penyampaian Hasil Akhir Pengawasan Pilkada Tahun 2020

KLIKBMR BOLSEL– Bupati H. Iskandar Kamaru SPt bersama