Senin, November 29, 2021

Beranda Etalase Melalui Kurban Kita Harus Bantai Sifat Kerbau, Kera, Babi dan Jago

Melalui Kurban Kita Harus Bantai Sifat Kerbau, Kera, Babi dan Jago

Melalui Kurban Kita Harus Bantai Sifat Kerbau, Kera, Babi dan JagoKLIKBMRBAGI kalangan awam, Idul Kurban itu saatnya menerima pembagian daging sapi dan kambing gratis dari berbagai mesjid. Padahal ditilik dari sejarahnya, Allah mengganti Nabi Ismail yang hendak disembelih Nabi Ibrahim dengan kambing gibas, itu sarat dengan filosofi pembersihan jiwa. Dengan berkurban manusia harus mampu membantai sifat-sifat hewani dalam diriya, yakni perilaku kerbau, kera, babi dan ayam jago.

Di era gombalisasi ini, dunia selalu heboh oleh perilaku jaman jahiliyah karena banyak manusia memanjakan sifat hewaninya. Peristiwa sosial ekonomi politik dan hankamnas, semua itu akibat manusia mengadopsi kerbau, kera, babi dan ayam jago.

Ada Qur’an dan hadits sebagai “hudalinas” (petunjuk bagi manusia), tapi banyak yang berpaling darinya.

Perilaku kerbau itu tak pernah peduli dengan tanaman siapa. Asal perut lapar langsung saja dimakannya. Maling konvensional dan maling berdasi (koruptor), juga seperti itu, tak peduli milik rakyat, lewat kekuasaannya tega-teganya main embat. Soal sanksi hukum itu urusan nanti. Toh dengan uang korupsi, dia bisa bayar pengacara mahal.

Kera adalah primata paling serakah. Mulut sudah penuh pisang, tangan kanan dan kiri, termasuk kedua kakinya, masih pegang pisang juga. Manusia serakah idem dito. Cari kekayaan tak hanya secukupnya, tapi untuk tujuh turunan dengan menghalalkan segala cara. Paling jorok adalah babi, senang tinggal di tempat jorok, bahkan kotorannya dimakan juga. Ini gambaran lintah darat. Katanya menolong, tapi beri pinjaman dengan bunga mencekik leher.

Dan inilah ayam jago, unggas yang memanjakan syahwat.Anak atau induk sendiri, ditimpe juga demi kepuasan libidonya. Manusia sekarang lebih dari ayam jago. Sebab ayam tak pernah mengawini kuthuk (anak ayam). Sedang manusia kini, anak balita pun diembat juga. Bila disimak dari pembacaan koran dan TV, di mana-mana ada oknum ustadz yang menzinai santri watinya.

Hari Jum’at besok umat Islam merayakan Idul Adha 1438 H. Yang tidak mampu cukup korban perasaan saja. Yang mampu saling berlomba kurban sapi dan kambing. Tapi sesungguhnya kurban itu bukan gede-gedean dan gemuk-gemukan ternak yang dikurbankan, tapi meresapi filosofinya, yakni memerangi sifat hewani.

Sumber: poskotanews.com/gunarso st

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

Hijram mokodompit on Aksi Bela Bupati Bolmong
Yossy s manoppo on Besok PT. Conch di-Police Line