Rabu, September 29, 2021

Beranda Daerah Utang Pemkot ke PLN Capai Rp. 435 Juta Rupiah

Utang Pemkot ke PLN Capai Rp. 435 Juta Rupiah

Denda Pemkot ke PLN Capai Rp. 435 Juta RupiahKLIKBMR KOTAMOBAGU—Permasalahan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu tentang dugaan pencurian listrik, rupahnya menyisahkan utang yang cukup besar kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. Pasalnya utang yang mencapai Rp. 435.104.682. Juta rupiah, dan aliran listrik tersebut sudah mencapai tiga tahun mulai dari 2014 hingga sekarang baru diketahui.

Hal itu dikatakan oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Kotamobagu, Gunawan Damopolii, Menurutnya, kenapa nanti sekarang baru diberitahukan, dugaan pihak Perusahaan Listrik Negeri (PLN) Cabang Kotamobagu kepada Pemkot atas jaringan listrik di RSUD telah melampaui batas kontrak yang tertulis ke jaringan instalansi yang telah ditentukan.

“Berdasar total perincian besaran denda yang harus ditanggung Pemerintah Kotamobagu yakni Rp 435.104.682, ini sudah melampaui batas kontrak yang tertulis,” Kata Gunawan. Jumat (07/07) Tadi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Divisi Humas RSUD Kotamobagu, Gunawan Ijom, saat dikonfirmasi, dari tuduhan oleh PLN kepada pihak RSUD pengambilan listrik secara illegal itu belum tentu benar, karena ini sudah sesuai dengan hasil kontrak kerja sama pihak pemerintah dan PLN itu sendiri.

“Ini sudah sesuai kontrak yang tertulis, akan tetapi mengenai upgrade jaringan di instalasi bedah sentral, nyatanya jaringannya tidak sampai ke instalasi yang dimaksud pihak PLN,” serganya.

Sehingga pemaknaan penggunaan listrik ilegal masih perlu dikaji, artinya pengunaan listrik di area rumah sakit itu nyata-nyatanya hanya demi pelayanan kepada pasien dan tidak untuk dibuat demi kepentingan pribadi.

“Saat diperiksa di instalasi bedah sentral tidak tersambung, padahal itu sesuai kontrak kerja ada penambahan jaringan ke instalasi tersebut,” Kata Ijom.

Akan tetapi, berbeda yang pihak PLN, Asisten Manager PLN Cabang Kotamobagu Adi Rahmat menyampaikan, ada 14 bangunan yang masuk dalam daftar PLN, dan itu mengakibatkan denda sebesar Rp. 435.104.682.

“Untuk kali ini kita tinggal menunjukkan titik-titik mana yang tidak sesuai dengan standar peraturan PLN. Hasil pemeriksaan kali ini akan kami koordinasikan dengan pimpinan kami.

Editor: Supriyadi Dadu

Peliput: Febri Limbanon

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

Hijram mokodompit on Aksi Bela Bupati Bolmong
Yossy s manoppo on Besok PT. Conch di-Police Line