Pemkab Bolsel Gelar Rembuk Stunting Dengan Lintas Sektor Kemitraan

Pemkab Bolsel Gelar Rembuk Stunting Dengan Lintas Sektor Kemitraan

- Kanal Bolsel, Daerah, Etalase
13
0

KLIKBMR BOLSEL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), melaksanakan pertemuan lintas program dan lintas sector kemitraan dalam Forum Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting (Rembuk Stunting), yang dilaksanakan di Hotel Sutan raja Kotamobagu, Kamis (23/07).

Kegiatan itu langsung dibuka oleh Bupati Bolsel yang diwakili langsung Assisten I Bidang Pemerintahan Ramli Madjid.

Kata Assisten 1 Bidan Pemerintahan, Rembuk Stunting ini merupakan tindak lanjut yang sudah dilaksanakan sebelumnya, yang berkaitan dengan penyusunan regulasi penurunan Stunting di Bolsel tahun 2020. dimana pencegahan Stunting ini melalui aksi integrasi.

“Ini adalah sebuah instrument dalam bentuk kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi, dalam penurunan stunting,” ujarnya.

Stunting ini juga merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak), akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, pada 1000 hari pertama kehidupan dimana anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Dalam grafik, gambaran situasi prevalensi stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yaitu Tahun 2017 = 50,1% (data Pemantauan Status Gizi); Tahun 2018 = 33,8% (data Riset Kesehatan Dasar); dan Tahun 2019 = 8,01% (Data input pada Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat yaitu 76% dari total sasaran balita yang ada di kabupaten,” jelas Ramli.

“Berdasarkan hasil analisis situasi, maka ada 32 Desa di Bolsel yang nantinya akan menjadi lokus di tahun depan, ini telah berdasarkan data input e-PPGBM per Bulan Desember tahun 2019,” bebernya.

Menurutnya, Stunting ini dalam jangka panjang dapat berdampak pada pertumbuh kembang anak, tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi, mulai dari pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan anak, hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

“olehnya, mati kita stop generasi belita pendek di Indonesia, sudah banyak inovasi maupun terobosan dari berbagi pihak mulai dari pemerintahan pusat, daerah hingga masyarakat dalam mencegah stunting,” katanya

Diketahui, dalam kegiatan tersebut turut hadir adalah 32 Kepala Desa yang menjadi Locus Stunting 2020. Sementara bertindak sebagai pemateri yakni Kadis PMD Bolsel Eka Fri Van Gobel, Koordinator Kabupaten (Korkab) P3MD Bolsel Lucky Makalalag, ST, Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar dan dari Dinas Kesehatan selaku penyelenggara kegiatan.(**)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga!

Desa Tadoi 1 Gelar Musdes

KLIKBMR BOLMONG–Pemerintah Desa (Pemdes) Tadoi 1, Kecamatan Bolaang