Warga Siniyung Positif DBD, Dinkes Diminta Turun Lapangan

Warga Siniyung Positif DBD, Dinkes Diminta Turun Lapangan

- Kanal Bolmong, Daerah
337
0
Wiyono: Kita Sementara Menelusuri Diagnosa dan Melakukan Penyelidikan Epidemiologi
Ilustrasi

KLIKBMR BOLMONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), diminta turun lapangan untuk menangani penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, satu warga di Desa Siniyung, Kecamatan Dumoga Gracia Sokop (7) positif terkena penyakit tersebut.

Untuk itu, masyarakat harus lebih berhati-hati. Apalagi yang mempunyai anak dibawah umur yang mudah tertular penyakit.

Sonny Sokop ayah korban mengaku, anaknya (Gracia-red) sempat dirawat di rumah sakit Kinapit Kotamobagu selama kurang lebih satu minggu, dan positif terkenak DBD.

“Sangat berharap supaya Pemerintah dalam hal ini Dinkes Dinkes agar turun lapangan melakukan penanganan, supaya penyakit ini tidak menular kepada anak-anak lainnya. Jangan sampai ada korban lagi,” harapnya.

Ia menambahkan, meskipun anaknya yang terkenak DBD sudah diijinkan dokter untuk pulang dan dirawat di rumah. Dirinya masih menunggu anaknya yang satunya, nama Jhill Sokop yang masih dirawat di RS, apakah hasil dari RS Kinapit Kotamobagu.

“Semoga anak yang masih di RS tidak juga tertular DBD,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Bolmong Sahara Albugis melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Wiyono SST mengatakan setelah menerima informasi kasus yang dicurigai DBD, selanjutnya akan mengklarifikasi informasi yang masuk di tempat pelayanan dimana pasien dirawat

“Kita sementara menelusuri diagnosa dan melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE), menemui pasien dengan menanyakan 12 sebelum demam ada bepergian kemana saja, bersama siapa untuk mengetahui terjangkit dari mana,” ungkap Wiyono, Senin (16/4/18).

Selanjutnya kata dia, pihaknya melakukan survei di radius 100 meter dari rumah penderita untuk mengetahui tingkat terjangkitnya sampai dimana, dengan memeriksa jentik aedes tempat perindukan serta memeriksa penduduk sekitar apakah ada yang demam dan atau gejala yang sama dengan penderita utama.

“Jadi, bila semua data terkumpul lengkap baru mengkaji, menganalisa dan memutuskan langkah yang harus segera dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi setempat. Desiminasi informasi tentang DBD, koordinasi pihak terkait, langkah selanjutnya melakukab gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Galakkan 3Mplus, dan dilakukan fogging,” tuturnya.

Peliput: Imran Asiaw

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga!

Sangadi Resmi Lantik Sekdes Tolotoyon

KLIKBMR BOLSEL– Kepala Desa (Sangadi) Tolotoyon Ramdan Makalalag,