15 ASN Diberikan Sanksi Disiplin

15 ASN Diberikan Sanksi Disiplin

- Kanal Bolmong, Daerah, Etalase
532
0

Bonde : Sanksi Tersebut Didominasi Kasus Perceraian

Abdussalam Bonde

KLIKBMR BOLMONG – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong), kembali dijatuhkan hukuman sanksi disiplin.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bolmong Umarudin Ambah melalui Kepala Bidang Displin, Fasilitas Profesi dan Informasi Aparatur Abdussalam Bonde, sebanyak 15 ASN akan diberikan hukuman disiplin (Diberikan Sanksi). Pemberian sanksi tersebut kata dia, dikarenakan para ASN telah melanggar kode etik sebagai aparatur, dan melanggar Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010.

“Ya, 15 ASN yang mengikuti sidang kode etik, rata-rata didominasi kasus perceraian. Selain perceraian, ada juga kasus perselingkuhan. Saat ini ada 10 kasus perceraian, dua kasus perselingkuhan, dan tiga kasus pelanggaran kode etik,” katanya pekan lalu.

Dijelakan, sanksi yang akan diberikan nantinya ditentukan pada saat putusan majelis sidang kode etik. Sedangkan untuk pelaksanaan sidang kode etik, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pimpinan. Namun, jika sudah mengikuti sidang kode etik, otomatis akan ada sanksi yang diberikan.

“Dari 15 ASN yang disidang terdapat satu ASN yang terancam di pecat dengan tidak hormat, karena yang bersangkutan tidak masuk selama 60 hari. Sementara kasus perselingkuhan akan diberikan sanksi lagi. Aturannya, jika laki-laki yang terbukti berselingkuh, maka sanksi yang diberikan penurunan pangkat. Tapi kalau perempuan bisa saja dipecat dengan tidak hormat. Sedangkan kasus cerai mungkin hanya diberikan pembinaan saja,” ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengajukan nama-nama untuk dilakukan sidang kode etik. Pemberian sanksi kepada ASN merupakan amanat dan aturan perundang-undangan sebagai aparatur (Abdi Negara). Apalagi kata Bonde, dibawah pemerintahan Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, Wabup Yanny Ronny Tuuk serta ditopang Sekda Tahlis Gallang, melakukan penataan disiplin birokrasi. Hal ini dilakukan, agar para ASN betul-betul bekerja dan mampu bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan.

“Penataan disiplin itu sangat penting. Jika melakukan pelanggaran, maka wajib diberikan sanksi. Ini juga agar ada efek jerah bagi ASN,” tutupnya.

Peliput : Imran Asiaw

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga!

Wakil Bupati Bersama Anggota Komisi V DPR-RI Hi. Herson Mayulu SIP Resmikan Kota Tanpa Kumuh Desa Ilomata

KLIKBMR BOLSEL– Wakil Bupati Bolsel Deddy Abdul Hamid