Home Bolmong Warga Tanoyan Polda Bersikap Adil Soal Penutupan Tambang

Warga Tanoyan Polda Bersikap Adil Soal Penutupan Tambang

0
821
Warga Tanoyan Polda Bersikap Adil Soal Penutupan Tambang

Warga Tanoyan Polda Bersikap Adil Soal Penutupan TambangKLIKBMR BOLMONG—Sejumlah warga Desa Tanoyan, Kecamatan Lolayan meminta pihak kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) untuk dapat bersikap adil dalam penertiban kegiatan pertambangan yang ada di Daerah Bolmong. Pasalnya, ada sebagian daerah di Bolmong yang juga area lokasi tambang itu tidak ada tindakan dari pihak Polda Sulut.

Beberapa hari yang lalu, pihak polda telah melakukan police line di lokasi pengelolaan emas yang ada di Tanoyan, hal ini menurut Ketua Pemuda Desa Tanoyan Selatan Abdul Nasir Ganggai, pihak polda jangan hanya tumbang pilih dalam hal penertiban. “Saya hanya minta keadilan. Wilayah pertambangan di Dumoga dan Blok Bakan harus ditutup, jangan hanya di Tanoyan saja,” Tegas Nasir. Senin (11/09).

(Baca Berita Sebelumnya: Tiga Lokasi Pengelolaan Emas Dipolice Line)

Kondisi pertambangan di wilayah Dumoga jelas masuk dalam areal lokasi taman Nasional, begitupun dengan lokasi tambang yang ada di Desa Bakan. Kepada media ini, salah satu lulusan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjelaskan, lokasi tambang di Desa Tanoyan adalah milik dari warga mayarakat yang notabenenya merupakan sumber mata pencairan masyarakat. Selain itu kata Nasir, di dua lokasi Dumoga dan Bakan jelas penambangan ilegal, tapi kenapa dua lokasi tambang tersebut tidak ditutup.

“Ya, Blok Bakan memang sangat jelas ada kegiatan rep siram dan penambang illegal pada gunung penyangga, tapi tidak pernah disentuh Polda Sulut. ada apa sampai tidak semua tambang ilegal ditutup,” Tanya Nasir. Tambahnya, “Kami hanya minta keadilan saja soal penertiban lokasi tambang yang baru-baru ini dilakukan. Untuk itu, saya selaku yang mewakili masyarakat meminta Polda Sulut agar dapat menertibkan lokasi pertambangan di dua lokasi tersebut,” harapnya.

Sementara itu, pihak pemerintah melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yudha Rantung mengatakan, akan melihat persoalan yang ada di lokasi pertambangan, dan pihaknya akan menindak lanjuti. Akan tetapi dilihat dulu seperti apa masalahnya.

“Kami belum tahu pasti terkait masalah ini, tapi kami akan tetap melakukan koordonasi dengan berbagai pihak. Tetap akan ditindak,” tutup Rantung.

Peliput: Imran Asiaw

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here