Kamis, Juli 15, 2021

Beranda Daerah Tiap Bulan PLN Periksa Secara Rutin

Tiap Bulan PLN Periksa Secara Rutin

Tiap Bulan PLN Periksa Secara RutinKLIKBMR KOTAMOBAGU—Permasalahan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu tentang dugaan pencurian listrik, rupahnya menyisahkan utang yang cukup besar kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. Pasalnya utang yang mencapai Rp. 435.104.682. Juta rupiah, dan aliran listrik tersebut sudah mencapai tiga tahun mulai dari 2014 hingga sekarang baru diketahui.

(Baca Berita Sebelumnya: Utang Pemkot ke PLN Capai Rp. 435 Juta Rupiah)

Direktur PLN Cabang Kotamobagu, melalui Supervisor Bagian Pelayanan PLN Cabang Kotamobagu Alfrits Muaya, mengatakan bahwa dugaan penyalagunaan listrik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu, yang menuduh PLN baru melakukan pemeriksaan pada tahun 2017 ini, itu tidak benar.

“Kami telah memeriksannya sejak tahun 2014 lalu, dan kami hanya memeriksa penggunaan listrik yang tidak terukur, bukan pemeriksaan yang sudah terukur, dan ini kami masih terus melakukan pemeriksaan, dan jika RSUD mengunakan listrik tidak terukur maka sesuai aturan kami akan melakukan pemutusan,” Katanya saat ditemui di kantor PLN, Selasa (11/07) kemarin.

Pemutusan tersebut, ada biaya sanksinya dan itu pihak Pemerintah Kota (Pemkot) harus membayar denda yang ada, karena pengunaan listrik yang tidak terukur dan itu tidak masuk biaya tagihan yang sudah disepakati.

“kami akan memberikan denda, namun saat ini kami masih melakukan pemeriksaan,” Terangnya.

Lanjut, apa yang dituduhkan oleh Pemkot ke pihak PLN yang baru saja melakukan pemeriksaan di tahun 2017 ini, kami membantah hal tersebut, karena kami melakukan pemeriksaan secara rutin dan tiap bulan kami melakukan hal itu.

“Kami periksa tiap bulan dan itu rutin dilakukan, serta pengunaan listrik yang terukur dan tidak terukur itu semua dihitung dari instalasi PLN,” Bantahnya.

Sementara itu, pihal PLN akan melakukan negosiasi dengan Pemkot tentang denda yang telah terhitung, karena sebelumnya PLN telah berupaya memberitahukan kepihak RSUD untuk masalah ini.

“biaya tersebut itu dikenakan sanksi, karena itu tidak masuk dalam biaya tagihan, karena biaya pengunaan itu dimasukan dalam pengunaan listrik yang tidak terukur, olehnya kami akan berupaya melakukan negosiasi dengan Pemkot dan masih mengkaji lagi masalah ini,” Jelasnya.

Peliput: Febri Limbanon

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

Hijram mokodompit on Aksi Bela Bupati Bolmong
Yossy s manoppo on Besok PT. Conch di-Police Line