Kasus Pungli Di Kemenhub, Terus Diselidik Mabes Polri

Kasus Pungli Di Kemenhub, Terus Diselidik Mabes Polri

- Kanal Etalase, Hukum dan Kriminal, Nasional
722
0
Irjen Pol Boy Rafli Amar
Irjen Pol Boy Rafli Amar

KLIKBMR HUKUM DAN KRIMINAL — Kasus pungli (Pungutan liar) di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus dikembangkan pihak kepolisian. Bukan hany petugas-perugas yang ada dilapangan. Tidak menutup kemungkinan pejabat yang lebih tinggi akan terkena juga.

“Saat ini sedang dilakukan untuk dikembangkan kepada pejabat yang lebih tinggi lagi, saya belum bisa katakan. Kemarin kan setingkat kepala seksi dan petugas-petugas ke lapangan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, usai sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10).

Dilansir dari detiknews, Boy mengungkapkan, pihaknya saat ini masih melakukan penelusuran dan penyelidikan lebih mendalam. Jika ada bukti permulaan yang cukup, bukan tak mungkin mereka yang menduduki jabatan tinggi juga akan usut.

“Kita lakukan penelusuran dan penyelidikan, jika ada bukti permulaan yang cukup dan didukung oleh fakta-fakta yang kuat, pasti pejabat yang di atasnya dari yang saat ini itu bisa, dengan asas praduga tak bersalah,” jelas dia.

Ditanya kenapa hanya petugas Kemenhub yang ditindak sedangkan masyarakat pemberi dibiarkan lolos, Menurut Boy itu kebijakan penyidik.

“Untuk masyarakat yang mengurus disitu tidak, karena masyarakatnya setelah diamati lama menunggu, ternyata ya memang ada amplop-amplop dari masyarakat. Kebijakan dari penyidik, ini karena sistem pelayanan yang tidak baik. Oleh karena itu petugasnya saja yang diarahkan penindakan secara hukum,” jelas Boy.

“Masyarakat kita ingatkan, kalau petugasnya tegas, aturannya jelas, pasti masyarakat akan ikut juga,” tutupnya.

Seperti diketahui, tim Satgas dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya pada Selasa (11/10) lalu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kemenhub. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 3 orang PNS dan 3 warga sipil di lantai 6 dan lantai 12 kantor Kemenhub.

Tiga orang PNS yang tertangkap yakni Meizi Syelfia (Kasie Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal), Endang Sudarmono (Ahli Ukur Direktorat Pengukuran, Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal) dan Abdul Rosyid (petugas di loket UPT di lantai 6). Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara 3 warga sipil dilepas. (vil)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga!

Pohon Tumbang Di Jalan Tewaskan Pengendara

KLIKBMR–BOLMONG–Pohon tumbang di jalan Trans Sulawesi Kotamobagu Amurang,